Jumat, 05 Juli 2024

Ruang Kolaborasi Modul 1.2


Ruang Kolaborasi
Nilai dan Peran Guru Penggerak


Label: ,

Selasa, 02 Juli 2024

JUrnal Refleksi 2.1

 



JURNAL REFLEKSI MODUL 2.1 (Minggu ke-6)

Oleh

Lina Rosliana CGP Angkatan 7

Modul 2 merefleksikan hasil dari kegiatan di LMS dalam bentuk jurnal refleksi. Jurnal Refleksi Minggu ke-5 ini membahas materi pada Modul 2.1 bertemakan Pembelajaran Berdiferensiasi. Refleksi ini ditulis sebagai media untuk mendokumentasikan perasaan, gagasan dan pengalaman serta praktik baik yang telah saya dilakukan. Model refleksi menggunakan Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future).

Peristiwa

Pada refeleksi kali ini , CGP mendapat penguatan dari narasumber dalam elaborasi pemahaman, membuat keterkaitan dengan materi sebelumnya yang sudah dipelajari, dan diakhiri dengan aksi nyata praktik pembelajaran berdiferensiasi di kelas sesuai dengan RPP yang sudah dibuat. Dilanjutkan dengan aksi nyata membuat RPP berdiferensiasi dan mempraktikannya di Kelas sendiri.

Pembelajaran Modul 2.2 dimulai dengan mulai dari diri, kami diberikan beberapa pertanyaan tentang pengalaman yang pernah kami alami yang berhubungan dengan tugas kami sebagai pendidik yang berkaitan dengan sosial dan emosional. Bagaimana kami menghadapi krisis tersebut, bagaimana kami bisa bangkit dari krisis tersebut, serta apa yang kami pelajari dari krisis tersebut. Kemudian ada eksplorasi konsep yang berisi materi-materi tentang Kompetensi Sosial Emosional, Pembelajarannya serta Implementasinya di sekolah. Selain itu juga ada tugas-tugas yang berisi refleksi dari tiap-tiap materi yang telah kami pelajari.

Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Pembelajaran Sosial dan Emosional berdasarkan kerangka kerja CASEL (Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning) yang bertujuan untuk mengembangkan 5 (lima) Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) yaitu: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembelajaran Sosial Emosional ini dapat diimplementasikan di kelas atau sekolah dengan 4 indikator yaitu, pembelajaran eksplisit, integrasi dalam pembelajaran guru dan kuirkulum akademik, melalui proses menciptakan iklim kelas dan budaya sekolah, serta penguatan KSE Tenaga pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Untuk menambah pemahaman kami dalam mendalami modul tentang pembelajaran berdifernsiasi, kami juga melakukan tatap maya dengan fasilitator dalam ruang kolaborasi yang terbagi atas 2 sesi, yaitu sesi diskusi dan sesi presentasi. Pada hari selasa tanggal 28 Februari 2023, Bapak Joko Sihwidi selaku fasilitator kami memberikan pemantapan tentang modul pembelajaran sosial emosional yang kemudian kelompok kami yang terdiri dari saya sendiri Lina Rosliana, ibu Dewi Indriyani, dan Bapak Agus Wahono diminta untuk melakukan diskusi dengan menganalisis tentang implementasi KSE. Pada hari berikutnya, 1 Maret 2023 kami melakukan presentasi hasil dari diskusi kelompok yang sudah kami kerjakan

 

Perasaan

Pada modul ini membuat penasaran karena sebagai guru harus memberlakukan siswa sesuai dengan karakteristiknya. Selama ini hanya berfokus pada ketercapaian materi kurikulum, sehingga yang saya kejar adalah ketuntasan materi. Efek/ dampak yang ada mengabaikan bahwa ada banyak keragaman kebutuhan belajar murid dalam satu kelas. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai filosofi dari KHD tentang belajar adalah menuntun murid mencapai tujuan, dan tentunya guru tidak bisa memaksa masing-masing murid untuk melewati jalan yang sama dalam mencapai tujuannya, namun guru dituntut bisa memfasilitasi murid dengan berbagai jalan alternatif yang sesuai dengan kebutuhan murid.

Pembelajaran

Pembelajaran berdiferensiasi didesain agar guru bisa melaksanakan pembelajaran yang mampu mengakomodir berbagai macam kebutuhan belajar murid. Guru harus memiliki kepekaan dalam merespon semua kebutuhan belajar murid, hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan : bagaimana kesiapan belajar murid; bagaimana minat murid terhadap materi pembelajaran kita; dan seperti apa profil belajar murid. Kemudian dalam kegiatan pembelajaran, guru perlu juga memperhatikan strategi : diferensiasi konten; diferensiasi proses; dan diferensiasi produk. Dan dalam proses penilaian, guru menggunakan penilaian berjenjang. Harapannya, semua murid bisa memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti pembelajaran, sehingga lingkungan yang aman dan nyaman pun akan didapatkan murid.

Penerapan

Agar pembelajaran berdiferensiasi dapat diselenggarakan secara efektif, maka perlu pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan kesiapan, minat dan profil belajar murid, agar guru dapat menentukan perbedaan konten, proses, serta produk dalam kegiatan pembelajaran. Yaitu dengan asesmen diagnostic non kognitif. Data pemetaan bisa diperoleh dari data murid pada tahun/semester sebelumnya, melalui angket, melalui pengamatan, atau wawancara dengan sesama rekan guru dan wali murid. Bagi saya ini merupakan pengetahuan baru, sehingga dalam prakteknya butuh proses dan terus belajar. Semoga dapat berkontribusi dalam transformasi pendidikan di Indonesia, murid menjadi aset yang kelak menjadi pemimpin bangsa

Label:

Jurnal Refleksi 1.4

 




Jurnal Refleksi

Budaya positif modul 1.4

Dwi Mingguan

Jurnal refleksi pada modul 1.4 ini saya akan memulainya dengan:

Eksplorasi konsep untuk Budaya positif, yaitu sebagai berikut:

1.4.a.4.1. Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal

• CGP dapat menjelaskan makna ‘kontrol’ dari paparan Teori Kontrol Dr. William Glasser serta miskonsepsi yang terjadi di kehidupan sehari-hari, dapat menjelaskan perubahan paradigma stimulus respon kepada teori control, dapat menjelaskan makna Disiplin Positif, dan mengamati penerapannya di lingkungannya, serta kaitan Teori Kontrol dengan 3 Motivasi Perilaku Manusia, menjelaskan pentingnya memilih dan menentukan nilai-nilai kebajikan yang akan diyakini dan disepakati seluruh warga sekolah, sehingga kelak tercipta sebuah budaya positif.

 

1.4.a.4.2. Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi

• CGP dapat menjelaskan dan menganalisis Teori Motivasi serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya,dapat menjelaskan konsep hukuman dan penghargaan, dan konsep pendekatan restitusi,dapat melakukan pengamatan dan peninjauan atas praktik penerapan konsep- konsep tersebut di lingkungannya sendiri.

1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas

• CGP dapat menganalisis pentingnya memiliki keyakinan sekolah/kelas sebagai fondasi dan arah tujuan sebuah sekolah/kelas, yang akan menjadi landasan dalam memecahkan konflik atau permasalahan di dalam sebuah sekolah/kelas, dapat menjelaskan proses pembentukan dari peraturan-peraturan beralih ke keyakinan kelas,dapat berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan terbuka dalam menggali nilai- nilai yang dituju pada peraturan yang ada di sekolah mereka masing-masing.

1.4.a.4.4. Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas

• CGP dapat menjelaskan kebutuhan dasar dan menganalisis dampak tidak terpenuhinya kebutuhan dasar terhadap pelanggaran peraturan dan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai kebajikan

 

1.4.a.4.5. Restitusi - Lima Posisi Kontrol

• CGP dapat melakukan refleksi atas praktik disiplin, menerapkan disiplin restitusi di posisi Manajer, minimal pemantau agar dapat menghasilkan murid yang bertanggung jawab, mandiri dan merdeka,

1.4.a.4.6. Restitusi - Segitiga Restitusi

• CGP dapat dan menerapkan restitusi dalam membimbing murid berdisiplin positif agar menjadi murid merdeka, menganalisis dengan sikap reflektif dan kritis penerapan disiplin positif di lingkungannya.

Pada jurnal refleksi kali ini saya mengadopsi model 4C yang dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011). Model ini cocok untuk digunakan dalam merefleksikan materi pembelajaran.

1) Connection: keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai CGP

Pada modul 1.4 ini saya belajar tentang Budaya Positif, saya belajar tentang bagaimana membangun Disiplin Positif, mengetahui Teori Motivasi, bagaimana dengan Hukuman dan Penghargaan, bagaimana menciptakan Keyakinan Kelas, mengetahui apa saja Kebutuhan Dasar Manusia, dan bagaimana cara penyelesaian masalah menggunakan segitiga Restitusi.

Lalu "hubungan antara CGP dengan Budaya Positif" yaitu, Sebagai CGP yang diharapkan nantinya mampu menggerakkan rekan guru, komunitas dan lingkungan dalam membuat perubahan pendidikan, maka CGP harus memulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekatnya, yaitu sekolah tempat CGP mengajar. CGP harus bisa menjadi pelopor penumbuhan maupun penguatan budaya positif di lingkungan tempat mengajarnya.

2) Challenge: ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang dijalankan selama ini

Budaya Positif sebenarnya sudah dipraktikkan di sekolah saya, namun setelah saya mempelajari modul 1.4 ini ditambah setelah mendapat penguatan melalui Elaborasi Pemahaman, ternyata banyak hal terkait dengan budaya positif ini yang perlu saya perbaiki langkah dan strateginya.

Diantaranya adalah tentang penghargaan dan kesepakatan kelas, selama ini saya beranggapan bahwa penghargaan yang saya praktekkan akan mampu menuntun murid untuk termotivasi dan terbiasa disiplin, tapi ternyata penghargaan itu memiliki dampak yang sama dengan hukuman. Sama-sama akan menggiring anak pada identitas gagal, penghargaan hanya akan efektif untuk jangka pendek. Selanjutnya mengenai kesepakatan kelas, awalnya saya membuat kesepakatan kelas itu hanya tentang bagaimana peraturan untuk belajar dengan saya sebagai guru mata pelajaran akan tetapi setelah mempelajari modul ini ternyata kesepakatan kelas itu memiliki makna yang sangat luas bahkan mulai hari ini saya menggunakan kesepakatan kelas ini sebagai permulaan atau dasar terjadinya budaya positif di sekolah jadi saya membuat kesepakatan bukan hanya tentang belajar dengan saya namun juga mengenai segala kegiatan yang dilakukan murid di kelasnya.

3) Concept: konsep-konsep utama yang dipelajari dan dianggap penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak

Cukup banyak konsep penting dari modul 1.4 yang harus kami pelajari dan kembangkan sebagai CGP salah satunya yaitu, penyelesaian masalah dengan restitusi.

Kalau Ki Hajar Dewantara menganalogikan guru bagaikan petani, tentunya dibutuhkan kepandaian dalam memilih dan menyusun strategi agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, sesuai dengan yang diharapkannya. Begitu juga dengan permasalah dalam kelas/sekolah pasti akan selalu ada, disinilah tugas guru diuji bagaimana guru memposisikan diri dan menemukan cara menyelesaikan permasalah dengan bijaksana yang mengedepankan win-win solution.

4) Change: perubahan dalam diri yang ingin dilakukan setelah mendapatkan materi pada modul ini 

Perubahan yang ingin saya lakukan segera dalam menumbuhkan Budaya Positif di sekolah adalah menempatkan diri pada posisi kontrol sebagai manajer, mengajak murid-murid untuk membentuk keyakinan kelas sebagai landasan mereka dalam berperilaku, menyelesaikan segala permasalahan melalui pendekatan restitusi dengan langkahnya segitiga restitusi. Memang tidak mudah untuk membuat perubahan ini, namun dengan keyakinan diri serta dukungan lingkungan, saya yakin secara bertahap proses penumbuhan budaya positif akan semakin baik.

Label:

Jurnal Refleksi 1.3

 

Jurnal Refleksi Modul 1.3

Pada modul 1.3 saya merumuskan visi dan Mengupayakan pencapaian visi melalui prakarsa perubahan yang positif dan apresiatif. Inkuiri Apresiatif adalah suatu filosofi, suatu landasan berpikir yang berfokus pada upaya kolaboratif untuk menemukan hal positif dalam diri seseorang, dalam suatu organisasi dan dunia di sekitarnya baik di masa lalu, masa kini maupun masa depan (Cooperrider & Whitney, 2005). Tahapan BAGJA di implementasikan dalam pendekatan konsep Inkuiri Apresiatif.

Pada refleksi di modul ini saya akan menggunakan Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future)

4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal):

1. Facts (Peristiwa):

Selama mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas, ada banyak hal dan pengalaman positif dan baik yang saya alami dalam proses tersebut. Diantaranya kebiasaan positif siswa memungut sampah, kebiasaan siswa bersih-bersih. Membuat dan menempatkan bank sampah. Hambatan atau kesulitan juga saya rasakan ketika menerapkan aksi ini. Yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut yakni berkolaborasi guru dan seluruh warga sekolah untuk mengatasinya.

2. Feelings (Perasaan):

Perasaan saya selama pembelajaran berlangsung yakni aksi ini menantang saya untuk dilakukan. Saya merasakan senang dan Bahagia ketika menerapkan aksi nyata ini  karena siswa memiliki kesadaran dan mulai perduli dengan lingkungan

3. Findings (Pembelajaran):

Pelajaran yang saya dapatkan dari proses ini yakni bahwa untuk melakukan suatu perubahan positif harus ada niat baik agar tercapai apa yang menjadi visi dan harapan. Hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini, saya dapat menghadapi tantangan. Perjalanan meraih harapan dan visi bukanlah hal yang mudah kalau tidak disertai sikap optimis dan konsisten saat mengerjakan sesuatu. Apalagi jika hanya mengeluh, dapat dipastikan kesuksesan akan menjauh dari kehidupan.

4. Future (Penerapan):

Jika saya melakukan hal tersebut dengan lebih baik dengan hal yang serupa di masa depan aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa itu yakni bahwa dalam meraih visi adalah fokus pada visi dan selalu berfikiran positif dalam meraih harapan dengan menggunakan Tahapan BAGJA yang di implementasikan dalam pendekatan konsep Inkuiri Apresiatif.

 


Label:

Jurnal Refleksi 1.2

 

Jurnal Refleksi 1.2

Peran dan Nilai Guru Penggerak

 

Oleh:

Lina Rosliana

Calon Guru Penggerak Angkatan 7

Fact

Modul 1.2 tentang Peran dan Nilai Guru Penggerak ini terbagi menjadi beberapa struktur konsep yaitu tergerak, bergerak, dan menggerakan.

Pada awal pembelajaran, CGP diminta untuk membuat trapesium usia untuk menggali potensi masing-masing, potensi otak manusia, kebutuhan dasar dan pengembangannya.

Trapesium usia

 

Setelah itu CGP dikenalkan dengan peran dan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh seoarang guru penggerak.

Feeling

Setelah beberapa minggu mempelajari modul 1.2 ini, perasaan saya malu. Saya jadi sadar banyak yang harus saya perbaiki dari peran dan nilai seorang guru. Saya jadi tergerak untuk melakukan perubahan dan semoga nantinya saya bisa menggerakan rekan sejawat untuk bergerak melakukan perubahan dan perbaikan.

 

Finding

Dari modul 1.2 ini, saya mendapatkan penemuan-penemuan dan mendapatkan pengalaman berharga seperti:

1.   Saya mengetahui cara kerja otak manusia yang berpikir cepat dan berpikir lambat

2.   Saya mengetahui tentang 5 kebutuhan dasar manusia

3.   Saya mengenal tahapan perkembangan manusia

4.   Saya memperdalam peran dan nilai guru penggerak

Future

Penerapan yang akan saya lakukan kedepan adalah melakukan pengembangan diri untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak antara lain :

a.    Melakukan refleksi bersama siswa, rekan guru dan kepala sekolah setelah melakukan pembelajaran sebagai langkah untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya

b.    Melakukan inovasi pembelajaran , misalnya dalam penggunaan media,pembelajaran yang lebih menarik dan bervariasi,

c.     Melakukan pengembangan diri dengan mengikuti berbagai diklat kegiatan-kegiatan yang akan menambah wawasan dan keterampilan saya sebagai pendidik, pelatihan ataupun seminar yang menunjang kinerja sebagai pendidik.

d.    Melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat, instansi di sekitar sekolah dan orang tua murid dalam kegiatan-kegiatan di sekolah

e.    Memperlakukan murid sebagai insan yang berpotensi baik, dan insan yang mempunyai hak untuk bergerak sesuai pilihannya dengan diiringi tuntunan yang baik dari para pendidik. Sehingga saya memberi kebebasan kepada murid untuk mengeksplor diri dan menggali potensi.

f.     Mewujudkan merdeka belajar yang mengikuti kodrat alam dan kodrat zaman

g.    Pembelajaran untuk mencapai karakter siswa sesuai dengan profil pelajar Pancasila dan melakukan pembiasaan secara terus-menerus


Label:

Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak







 

Label:

Aksi Nyata Modul 1.2




Label: