KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1
Koneksi Antar Materi Modul 2.1
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Oleh
Lina Rosliana
CGP Angkatan 7
Dalam koneksi antar materi modul 2.1
ini saya sebagai CGP harus melakukan refleksi secara individu terhadap
perjalanan pembelajaran saya hingga saat ini dengan merespon beberapa pertanyaan
dan tugas berikut ini.
Pembelajaran berdiferensiasi adalah
pembelajaran yang didalamnya terdapat serangkaian kegiatan yang disusun secara
sistematis oleh guru agar mampu mengakomodir seluruh kebutuhan murid yang
berbeda di dalam kelas atau lingkungan sekolah. Sebagai guru, tentunya dipahami
bahwa jumlah murid yang diajar di dalam kelas memiliki keberagaman tersendiri
karena sejatinya setiap murid memiliki keunikannya masing-masing. Dengan
keunikan tersebut, guru sebagai pendidik bertindak sebagai fasilitator dalam
memahamkan materi kepada murid dan memfasilitasi agar semua murid mampu
memproses ide atau informasi yang diperolehnya serta mampu mengembangkan suatu
produk sesuai dengan kemampuan muridnya masing-masing. Untuk itu, pada
pembelajaran berdiferensiasi, perlu persiapan atau strategi pembelajaran yang
tepat dari guru baik meliputi diferensiasi konten, diferensiasi proses dan
diferensiasi produk dengan mengacu pada aspek pemetaan kebutuhan belajar murid.
Dasar pemetaan kebutuhan belajar
murid dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi meliputi tiga hal, yaitu:
- Kesiapan Belajar Murid
- Minat Belajar Murid
- Profil Belajar Murid
Alasan mengapa pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan
belajar murid dan membantu mencapai pembelajaran optimal yaitu:
a. Pembelajaran berdiferensiasi bersifat proaktif.
b. Pembelajaran berdiferensiasi lebih bersifat kualitatif dari pada
kuantitatif.
c. Pembelajaran berdiferensiasi berakar pada penilaian.
d. Pembelajaran berdiferensiasi menggunakan berbagai pendekatan terhadap
konten, proses, dan produk.
e. Pembelajaran berdifernsiasi berpusat pada murid.
f. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan perpaduan dari pembelajaran
seluruh kelas, kelompok, dan individual.
g. Pembelajaran berdifernsiasi bersifat "organik" dan dinamis.
Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan
membantu mencapai hasil belajar yang optimal
Pemetaan kebutuhan murid berdasarkan
profil belajar murid lebih kepada bagaimana murid belajar sesuai dengan gaya
belajarnya yang beragam atau bervariasi. Misalnya pada diferensiasi proses,
untuk murid yang memiliki gaya belajar visual maka pada proses pembelajaran guru
dapat memberikan materi dengan menggunakan media berupa gambar-gambar,
tampilan slide power point, grafik dan sebagainya yang membantu
murid dalam belajar dan mengaitkan konsep satu dengan yang lainnya sesuai
dengan kehidupan sehari-hari. Demikian pula, untuk murid yang memiliki gaya
belajar auditori maka guru dapat memberikan materi menggunakan atau diiringi
dengan musik.
Dengan ketiga dasar pemetaan
tersebut, guru akan mampu merancang pembelajaran berdiferensiasi dengan baik
agar tujuan pembelajaran dapat dicapai, yaitu mampu mengakomodir segala
perbedaan dari murid, apa yang dibutuhkan oleh murid dalam belajar dan apa yang
dapat dilakukan oleh murid terhadap pengetahuan dan keterampilan yang
dimilikinya serta bagaimana guru dapat merespon seluruh kebutuhan belajar murid
yang berbeda tersebut. Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti bahwa guru
harus melakukan kegiatan yang berbeda dalam membuat perencanaan pembelajaran
atau menyusun beberapa perencanaan pembelajaran untuk setiap kali pertemuan. Namun,
dalam melakukan praktek pembelajaran berdiferensiasi tentunya harus dilakukan
secara efektif dan efisien, mempertimbangkan moda, usaha dan waktu yang
digunakan.
Melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dengan efektif dan efisien juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sebagai guru, tentu memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan atmosfer lingkungan belajar yang memungkinkan murid untuk berada dalam kondisi jauh dari rasa takut, berani dan tampil percaya diri dalam mengungkapkan ide atau pendapat, senang dalam berkolaborasi, berpartisipasi aktif dalam diskusi, menyukai tantangan atau hal-hal baru sehingga murid mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Dalam hal ini, berbagai pendekatan dilakukan oleh guru terhadap konten, proses dan produk dalam pembelajaran berdiferensiasi untuk menumbuhkan motivasi murid agar menjadi pembelajar sepanjang hayat. Demikian pula, umpan balik, evaluasi dan refleksi secara kontinyu juga terus dilakukan agar guru pun menjadi pembelajar sepanjang hayat. Jika pembelajaran berdiferensiasi ini dilakukan dengan efektif dan efisien maka semua murid akan merasa aman dan nyaman dalam belajar serta pemenuhan kebutuhan murid dapat terwujud, tidak akan ada murid yang merasa diistimewakan atau sebaliknya. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi ini juga akan memberikan kemudahan bagi guru dalam memetakan dan mengakomodir seluruh kebutuhan murid untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang selalu berubah.
Kaitan antar materi dalam modul 2.1 dengan modul sebelumnya
Dalam modul 1.1 Filosofi pendidikan KHD pembelajaran berdiferensiasi dapat mewujudkan Merdeka Belajar. Karena berdasarkan pemikiran KHD, pendidikan adalah menuntun anak sesuai kodrat alam dan zaman dengan berpihak pada anak sesuai perkembangan minat, bakat dan potensi anak. Hal ini berkaitan erat dengan pembelajaran berdiferensiasi yang bertujuan memberikan pembelajaran kepada anak dengan cara memetakan kebutuhan murid sesuai kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid.
Dalam modul 1.2 tentang nilai-nilai dan peran Guru Penggerak maka dapat dikaitkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat dikaitkan dengan nilai Guru Penggerak yaitu mandiri (guru harus mandiri membuat dan menyediakan media pembelajaran), reflektif ( guru harus merefleksikan apa yang sudah dilakukan dalam pembelajaran terkait dengan kesiapan belajar murid), kolaboratif (guru dapat berkolaborasi dengan guru lain untuk menciptakan pembelajaran yang berdifernsiasi), inovatif (guru harus bisa menciptakan pembelajaran dan media pembelajaran yang beragam untuk memenuhi kebutuhan belajar murid), dan berpihak pada murid (pembelajaran berdiferensiasi berakar pada kebutuhan belajar murid). Sedangkan kaitannya dengan peran Guru Penggerak maka pembelajaran berdiferensiasi bisa dikaitkan dengan menggerakkan komunitas praktisi (guru bisa berbagi pembelajaran berdiferensiasi dalam komunitas praktisi), menjadi coach bagi guru lain (guru bisa memberikan pendampingan terhadap guru lain dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi), mendorong kolaborasi (guru dapat berkolaborasi dengan guru lain untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi), dan mewujudkan kepemimpinan murid (dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensisi murid bisa dijadikan sebagai pemimpin kelompoknya secara bergantian)
Kaitan dengan modul 1.3 tentang visi guru penggerak, seorang guru penggerak tentunya memiliki visi untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu jawaban dari bagaimana cara mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid.
Kaitan dengan modul 1.4 tentang budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu perwujudan dari bentuk pelaksanaan keyakinan kelas, karena dalam pembelajaran berdiferensiasi murid dikelompokkan dalam beberapa kelompok. Dalam kelompok tersebutlah murid menerapkan beberapa keyakinan kelas diantaranya saling menghargai pendapat teman, bekerja sama, menciptakan rasa aman, dan masih banyak lagi keyakinan kelas yang tercipta dari adanya pembelajaran berdiferensiasi.
Demikian pemaparan saya tentang koneksi antar materi modul 2.1
Pembelajaran Berdifernsiasi.
Label: Guru Penggerak, Pendidikan


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda