Demonstrasi Kontekstual Modul 1.1
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
Modul 1.1
1.1.a.6 Demonstrasi
kontektual
Senin, 31 Oktober 2022
Ki Hajar Dewantara memaknai pendidikan secara filosofi. Filosofi ini lahir sebagai upaya memerdekakan manusia dari aspek lahiriah yaitu keluar dari kemiskinan dan kebodohan, serta aspek batiniah yaitu memiliki otonomi berpikir dan mengambil keputusan, martabat, mentalitas dan demokratik. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Adapun tujuannya adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Merdeka belajar adalah sebagai gagasan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang membebaskan guru dan murid berexpresi, berinovasi, dan dapat menentukan pembelajaran yang bebas, aman dan nyaman.
1. Memberika kebebasan
kepada peserta didik untuk mengeksplor potensi diri.
2. Mewujudkan merdeka
belajar sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara yang menggikuti kodrat alam
alam dan kodrat zaman.
3. Menciptakan
pembelajaran yang berpusat pada murid.
dibekali cara bersikap,
beradab dengan seorang guru, dengan teman dengan menjujung tinggi nilai-nilai
karakter yang kuat untuk ditanamkan kepada siswa. Seperti kedisplinan, tanggung
jawab, kejujuran dan lain sebagainya.
Hal itu terlihat dalam
tatanan yang kami bangun dalam melangkah. Kedua, menggali potensi siswa.
Sebagaimana yang kita tahu, siswa memiliki bakat dan minat yang berberda-beda.
Maka kita menyediakan berbagai macam teknik pengajaran yang berbeda.
Selain itu dalam menggali
kompetensi, kami mempunyai beragam aktivitas baik keagamaan, pengetahuan,
keolahragaan, semua kami rangkul untuk siswa kami menemukan dan mengasah apa
yang menjadi "passion" dalam dirinya.
Kemudian yang terakhir,
sekolah kami sudah terintegrasi dengan berbagai macam dukungan teknologi.
Sehingga siswa kami melek akan teknologi dan bisa menjawab tantangan jaman yang
semakin sengit perkembangannya. Baik kemampuan mengenal dan mengoprasikan teknologi,
pembelajaran yang kami terapkan pun cukup memadai.
Pembelajaran yang kami
terapakan dalam mencapai karakter siswa sebagai profil pelajar pancasila
yaitu pembiasan yang dilakukan terus-menerus.
Contoh dalam pembelajaran
di kelas dalam mencapai karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME yaitu
berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran.
Karakter berakhlak mulia
dapat tercapai dengan siswa yang sopan dan menghargai gurunya seperti
membungkukkan badan dan meminta ijin ketika akan keluar kelas ke toilet.
Karakter berkebhinekaan global tercapai ketika siswa saling menghargai, tidak
mengejek apalagi membully temannya. Karakter gotong royong di kelas dapat
terlihat dari kerja sama mereka dalam membuat projek bersama kelompok.
Karakter Mandiri dapat
terlihat dari siswa yang selalu tahu situasi yang dihadapinya dan
bertanggungjawab atas dirinya tanpa disuruh atau perintah.
Karakter bernalar kritis
terlihat dalam siswa yang dapat memberikan masukan maupun kritik dari kelompok
lain yang sedang menyajikan hasil presentasi. Sedangkan karakter kreatif adalah
hasil dari karya siswa yang siap disajikan atau dipresentasikans dengan gagasan
dan ide yang mereka bangun.
Sedangkan progam-progam
sekolah dalam menciptakan profil pelajar pancasila dapat terlihat dari berbagai
kegiatan yang dilakukan oleh siswa.
Contohnya seperti
kegiatan OSIS, Kepramukaan, Olahraga, dan Ektrakulikuker yang lain. Tahun
Pelajaran ini, sekolah kami membuat
progam tambahan yakni progam projek sekolah.
Projek sekolah kami
jadwalkan ada 3 projek yang sudah terplot akan dilaksanakan sesuai waktu yang
sudah ditentukan. Semua itu tentu demi tumbuh kembangnya potensi siswa sesuai
kodrat alam dan kodrat zaman saat ini.
Jadi dengan semua yang
ada dalam lingkungan sekolah saya, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak
bahagia, untuk tidak dalam pembelajaran yang menyenangkan. Saya bisa
menerapakan berbagai metode dan memvariasi sesuai asas pembelajaran yang aman
dan menyenangakan guna menciptakan Profil Pelajar Pancasila.
Label: Guru Penggerak, Pendidikan


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda