Selasa, 30 Januari 2024

Demonstrasi Kontekstual Modul 1.1




 

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

Modul 1.1


1.1.a.6 Demonstrasi kontektual

Senin, 31 Oktober 2022

Ki Hajar Dewantara memaknai pendidikan secara filosofi. Filosofi ini lahir sebagai upaya memerdekakan manusia dari aspek lahiriah yaitu keluar dari kemiskinan dan kebodohan, serta aspek batiniah yaitu memiliki otonomi berpikir dan mengambil keputusan, martabat, mentalitas dan demokratik. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Adapun tujuannya adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Merdeka belajar adalah sebagai gagasan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang membebaskan guru dan murid berexpresi, berinovasi, dan dapat menentukan pembelajaran yang bebas, aman dan nyaman.

1. Memberika kebebasan kepada peserta didik untuk mengeksplor potensi diri.

2. Mewujudkan merdeka belajar sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara yang menggikuti kodrat alam alam dan kodrat zaman.

3. Menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid.

dibekali cara bersikap, beradab dengan seorang guru, dengan teman dengan menjujung tinggi nilai-nilai karakter yang kuat untuk ditanamkan kepada siswa. Seperti kedisplinan, tanggung jawab, kejujuran dan lain sebagainya. 

Hal itu terlihat dalam tatanan yang kami bangun dalam melangkah. Kedua, menggali potensi siswa. Sebagaimana yang kita tahu, siswa memiliki bakat dan minat yang berberda-beda. Maka kita menyediakan berbagai macam teknik pengajaran yang berbeda. 

Selain itu dalam menggali kompetensi, kami mempunyai beragam aktivitas baik keagamaan, pengetahuan, keolahragaan, semua kami rangkul untuk siswa kami menemukan dan mengasah apa yang menjadi "passion" dalam dirinya. 

Kemudian yang terakhir, sekolah kami sudah terintegrasi dengan berbagai macam dukungan teknologi. Sehingga siswa kami melek akan teknologi dan bisa menjawab tantangan jaman yang semakin sengit perkembangannya. Baik kemampuan mengenal dan mengoprasikan teknologi, pembelajaran yang kami terapkan pun cukup memadai.

Pembelajaran yang kami terapakan  dalam mencapai karakter siswa sebagai profil pelajar pancasila yaitu pembiasan yang dilakukan terus-menerus.     

Contoh dalam pembelajaran di kelas dalam mencapai karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME yaitu berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran. 

Karakter berakhlak mulia dapat tercapai dengan siswa yang sopan dan menghargai gurunya seperti membungkukkan badan dan meminta ijin ketika akan keluar kelas ke toilet. Karakter berkebhinekaan global tercapai ketika siswa saling menghargai, tidak mengejek apalagi membully temannya. Karakter gotong royong di kelas dapat terlihat dari kerja sama mereka dalam membuat projek bersama kelompok. 

Karakter Mandiri dapat terlihat dari siswa yang selalu tahu situasi yang dihadapinya dan bertanggungjawab atas dirinya tanpa disuruh atau perintah. 

Karakter bernalar kritis terlihat dalam siswa yang dapat memberikan masukan maupun kritik dari kelompok lain yang sedang menyajikan hasil presentasi. Sedangkan karakter kreatif adalah hasil dari karya siswa yang siap disajikan atau dipresentasikans dengan gagasan dan ide yang mereka bangun.

Sedangkan progam-progam sekolah dalam menciptakan profil pelajar pancasila dapat terlihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh siswa. 

Contohnya seperti kegiatan OSIS, Kepramukaan, Olahraga, dan Ektrakulikuker yang lain. Tahun Pelajaran ini, sekolah kami membuat  progam tambahan yakni progam projek sekolah.

Projek sekolah kami jadwalkan ada 3 projek yang sudah terplot akan dilaksanakan sesuai waktu yang sudah ditentukan. Semua itu tentu demi tumbuh kembangnya potensi siswa sesuai kodrat alam dan kodrat zaman saat ini.

Jadi dengan semua yang ada dalam lingkungan sekolah saya, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak bahagia, untuk tidak dalam pembelajaran yang menyenangkan. Saya bisa menerapakan berbagai metode dan memvariasi sesuai asas pembelajaran yang aman dan menyenangakan guna menciptakan Profil Pelajar Pancasila.

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda